Search This Blog

Translate

Monday, November 29, 2021

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TELUK WONDAMA SELENGGARAKAN PELATIHAN TATA KELOLA, BISNIS DAN PEMASARAN DESTINASI PARIWISATA DI KAMPUNG MENARBU DISTRIK ROON

"Pengelolaan homestay sekarang tidak hanya menjadi tanggung-jawab perempuan tetapi juga laki-laki. Di kota-kota besar, koki yang masak di restoran kebanyakan adalah laki-laki, oleh karena itu, laki-laki bisa lebih berperan di dapur ketika melayani wisatawan."
Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata di Menarbu, Distrik Roon, Kab. Teluk Wondama

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama Bpk. Christian S. Mambor, S.Hut. dalam kegiatan Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama yang sedang berlangsung dari tanggal 29 November - 1 Desember 2021 di Kampung Menarbu Distrik Roon. Pelatihan ini diikuti 40 peserta dari Menarbu, Kayob, Sariyai, Yende, Mena, Niap.
Lebih lanjut menurut beliau, sasi yang dilakukan di Menarbu adalah kearifan lokal yang luar biasa. Ketika sasi akan dibuka untuk dipanen, maka ini adalah daya tarik wisata yang bisa mendatangkan wisatawan terutama jika disesuaikan dengan Festival Roon.
Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap wisatawan, warga perlu juga menanam sayuran dan buah-buahan sehingga tidak perlu jauh-jauh berbelanja di kota Wasior. 
Pada saat musrembang kampung, warga perlu melihat potensi-potensi yang ada di kampung untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian warga. Musrembang tersebut perlu memperhatikan Penyusunan Rencana Aksi, Peningkatan Kapasitas serta Pembangunan Infrastruktur. 
Hasil musrembang dikomunikasikan dengan pemerintah daerah agar pembangunan yang nanti didukung pelaksanaannya sesuai dengan aspirasi warga. 
Menurut Pak Mambor, agar wisatawan bisa tinggal lebih lama di kampung, maka daya tarik wisata yang ada di dalam kampung seperti pembuatan suvenir, tari-tarian; dan di hutan bisa seperti pengamatan burung dan satwa liar di hutan bisa juga dikembangkan. 
Karena pariwisata saat ini merupakan sektor unggulan maka ia perlu didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu pembangunan jalan, jembatan dan puskesmas dilaksanakan oleh dinas-dinas yang lain. 
Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Pariwisata ini masih berlangsung dan akan dilanjutkan dengan Pelatihan Digitalisasi Destinasi Pariwisata. CR-DPDHPIPB

No comments:

Post a Comment