Search This Blog

Translate

Sunday, February 28, 2021

Atraksi Wisata Alam di Sekitar Teluk Wondama

Wondama adalah nama sebuah kabupaten di Provinsi Papua Barat. Ibukotanya adalah Rasiei. Kabupaten ini memiliki banyak sekali atraksi wisata yang cocok untuk para petualang dan pencinta alam. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kali Rowi - Kali ini terletak dekat kawasan kompleks kantor bupati. Untuk menjangkaunya, wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Ada jalan raya yang menuju ke kali tersebut. Di pagi hari, wisatawan bisa berjalan di tepian kali untuk melihat pemandangan Pegunungan Wondiboy yang indah. Beberapa spesies burung tropis Papua yang bisa diamati di hutan sekitar tepian kali antara lain Kakaktua Jambul Sulfur (Sulphur-crested Cockatoo). Orang menyebutnya Sulphur-crested Cockatoo. Ada juga Gagak Kelabu/ Grey Crow (Corvus tristis), Taun-taun/ Blyth's Hornbill (Rhyticeros plicatus), Mina Muka Kuning/ Yellow-faced Myna (Mino dumontii), Burung Matahari Hitam/ Black Sunbird. Air jernih yang dingin mengalir deras di sela-sela batu menuju laut. Beberapa spesies kupu-kupu seperti Common Green Birdwing Butterfly, Silky Owl Butterfly dapat dilihat di hutan sepanjang pinggiran kali Rowi.
Jelajah Kali Rowi dan hutan hujan tropis
Pemandangan Kali Rowi di Rasiei
Kabupaten Teluk Wondama
  • Kawasan Kompleks Kantor Bupati Teluk Wondama ditanami berbagai jenis bunga hibiscus, zinnia, dan lain-lain. Karena lokasinya dekat hutan, taman bunga tersebut menarik berbagai spesies kupu-kupu seperti Kupu-kupu Penjelajah/ Cruiser Butterfly (Vindula arsinoe), Kupu-kupu Sayap Burung Hijau/ Common Green Birdwing Butterfly (Ornithoptera priamus), Blue Mountain Swallowtail (Papilio ulysses), dan masih banyak lagi. Tanaman-tanaman bunga di kompleks kantor Bupati Teluk Wondama cocok dikunjungi oleh wisatawan yang tertarik dengan hibiscus serta kupu-kupu besar. 
pengamatan kupu-kupua Papua dan bunga hibiscus atau kembang sepatu
Wisata Pengamatan kupu-kupu di Wondama
  • Pelabuhan Sewandamuni - Di sini, setiap sore hari, warga kota kecil ini sering terlihat berdiri di dermaga sambil menikmati keindahan pemandangan Teluk Wondama yang indah. Wisatawan yang suka olah raga mancing bisa juga ke sana. Ketika tulisan ini dibuat, dermaga Sewandamuni yang dibangun pemerintah untuk kapal-kapal penyebarangan (kapal ferry) belum difungsikan. Oleh karena itu, wisatawan bisa pergi ke sana untuk sekedar menikmati pemandangan alam dan memancing. 
  • Bukit Aitumieri - Ini adalah situs wisata religi yang penting bagi umat kristiani di Tanah Papua. Namun demikian, Bukit Aitumieri juga adalah lokasi yang cocok untuk wisatawan yang ingin melihat hutan hujan tropis dari dekat. Ada tangga-tangga panjang yang dibuat oleh kelompok-kelompok jemaat GKI di Tanah Papua dari bekas kompleks persekolahan guru, yang dulu dibangun oleh Pendeta I.S. Kijne, menembus hutan menuju apa yang oleh warga setempat disebut Batu Inspirasi. Dari ketinggian ini, wisatawan bisa menikmati udara segar, berbagai jenis vegetasi hijau, serangga, burung, dan sejumlah hewan melata. Dari atas Batu Inspirasi ini, wisatawan bisa melihat keindahan laut biru di Teluk Wondama yang indah dan permai.
  • Bukit Selfie adalah salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat Wondama. Terletak di sebelah utara kota Wondama, bukit ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua atau roda empat dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Wisatawan bisa melihat pemandangan indah Teluk Wondama dari atas bukit tersebut. Kapal-kapal yang berlayar keluar-masuk Teluk Wondama dengan mudah bisa terlihat dari sini. Nama sebenarnya adalah Wandamui. Ada jalan setapak menuju ke pantai. Karena jalannya yang terjal, wisatawan yang menurini atau menaikinya harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh. Burung Frigate Kecil, Eclectus Parrot, dan Sulphur-crested Cockatoo serta Olive-backed Sunbird sering bisa dilihat beterbangan di lokasi ini.
  • Setelah dari Bukit Wandamui, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Rowor. Pasir putih yang halus dan pepohonan rindang menjadikan pantai ini sebagai salah satu lokasi wisata favorit di Kabupaten Teluk Wondama. Terumbu karang di perairan Pantai Rowor adalah habitat alami bagi ratusan spesies ikan tropis seperti Striped-surgeonfish, Moorish Idol, Parrotfish, Anemonefish dan masih banyak lagi. Wisatawan sebaiknya membawa peralatan snorkeling sendiri jika ingin melihat keindahan dunia bawah laut di Pantai Rowor.
Secara keseluruhan masih ada banyak sekali atraksi wisata alam yang bisa dikunjungi dan dilihat oleh para wisatawan yang ingin kota Wondama. Atraksi itu akan dibahas dalam artikel mendatang. Ini ditulis oleh L.C.R.

Wednesday, January 6, 2021

Di Aitumieri Teluk Wondama, Belanda Membangun Sekolah Untuk Masyarakat Adat

Aitumieri adalah nama tempat di Teluk Wondama di mana Zendeling Belanda membangun sekolah pendidikan pertama untuk masyarakat adat.

Sekolah guru yang didirikan oleh I.S. Kijne
Wisatawan Belanda di Bukit Aitumieri

Pada awal tahun 1923, I.S. Kijne, bersama dengan F.Slumpt dan Yohanes Eygendaal berangkat dari Rotterdam menuju Pulau Mansinam. Perlu waktu berbulan-bulan bagi mereka untuk tiba di Mansinam.

Sekolah berasrama dipindahkan dari Mansinam  ke Bukit Aitumieri di daerah Miei Teluk Wondama pada Oktober 1925. Nama sekolah itu adalah Opleidingsschool voor Volksonderwijzers (Sekolah Pelatihan Bagi Pendidik-pendidik Rakyat) atau Sekolah Guru. Kijne dibantu oleh Gosal seorang guru dari Manado (untuk kelas-kelas lanjutan) dan Joh Ariks dari Mansinam. Pada tahun 1933, sekolah itu diperluas untuk juga mendidik penginjil-penginjil di mana J. Bijkerk bekerja di sana sebagai guru selama bertahun-tahun.I.S. Kijne melakukan perjalanan awal ke Miei dan beberapa kampung di Teluk Wondama pada Januari 1925. Dia memutuskan untuk memilih Bukit Aitumieri sebagai tempat untuk bangunan sekolah yang ia ingin bangun.

Dari tahun 1925 sampai 1941 ada sekitar 250 siswa yang telah belajar di sekolah itu. Bertahun-tahun kemudian mereka bekerja di berbagai bidang di pendidikan, gereja dan pemerintahan. 

Referens:

Ajaib di Mata Kita III (Dit Wonderlijke Werk), Dr. F.C. Kamma, 1994

WISATA ROHANI

Jika ada dari pembaca, beserta rombongan gereja, berniat melakukan kunjungan wisata rohani ke Wondama dan membutuhkan pemandu sebagai: penunjuk jalan, mengatur kendaraan darat dan laut, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak di Wondama, silahkan menghubungi

DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kabupaten Teluk Wondama

Ketua - Rio Suabey: +62 821 9869 4761
Wakil- Eky: +62 812 4893 1154
Sekretaris: Amsal Tinoring: +6282197937120

Tuesday, January 5, 2021

Dialog Pagi Tentang Ekowisata di Kampung Aisandami

Berikut ini adalah bincang-bincang di pagi hari mengenai perkembangan ekowisata di Kampung Aisandami oleh Yansen Saragih dari DPD HPI Papua Barat dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Teluk Wondama, Bpk. Christian Mambor dan Bung Tonci Somisa ketua kelompok yang beraktivitas dalam pengembangan ekowisata di Kampung Aisandami.

Dialog pagi ini diselenggarakan di Kampung Aisandami.

Wisata Snorkeling dan Selam Bebas di Pantai Ketapang Lima

Keanekaragaman hayati bahari di Kabupaten Teluk Wondama telah menarik perhatian banyak wisatawan yang suka dengan olah raga selam skuba. Para penggemar snorkeling dan selam bebas (freediving) juga tertarik untuk melihat keindahan dunia bawah laut di kabupaten ini. 


Snorkeling adalah olah raga renang di permukaan di mana perenang mengenakan masker kaca dan pipa napas, pelampung serta sepatu kaki bebek. Dengan menikmati snorkeling, seseorang bisa melihat keindahan terumbu karang dan ikan yang berwarna-warni.
Selam bebas di perairan ketapang lima Kabupaten Wondama
Aktivitas Selam Bebas (freediving)

Pantai Ketapang Lima adalah lokasi yang cocok untuk aktivitas snorkeling dan freediving. Pantai ini sering dikunjungi oleh warga kota Wondama terutama di akhir pekan. Ada gugusan terumbu karang yang terletak kurang lebih 100 meter dari tepian pantai. Terumbu karang tersebut dipisahkan dari darat oleh padang lamun. Karena lokasinya yang agak jauh dari pantai maka  sedikit sekali warga kota yang berenang ke sana kecuali jika mereka menggunakan perahu. 
snorkeling di pantai ketapang lima
Ikan dan Terumbu Karang di Perairan Pantai Ketapang Lima

Terumbu karang yang ada di perairan ini adalah habitat alami bagi berbagai spesies ikan seperti parrotfish, grouper, moorish idol, wrasse, butterflyfish, anemonefish dan masih banyak lagi. Ada juga bintang laut, urchin, dan pohon natal yang bisa dilihat di sana.
Untuk memotret semua ini, tentunya wisatawan perlu membawa peralatan snorkeling dan kamera bawah laut seperti Gopro, Nikon W300, Olympus TG-6. 
perlengkapan snorkeling berupa mask, snorkel dan kaki bebek
Perlengkapan snorkeling yang perlu dibawa oleh wisatawan


Jika wisatawan membutuhkan jasa pramuwisata untuk mengurus perahu, memandu selama snorkeling di laut silahkan menghubungi salah satu dari nama berikut:
DPC HPI Teluk Wondama
Ketua - Rio Suabey: +62 821 9869 4761
Wakil - Eky: +62 812 4893 1154
Sekretaris: Amsal Tinoring: +6282197937120

Beach Walking in Wondama Bay

There are a lot of sago and mangrove trees that grow along the coastal area of Wondama Bay. They become a habitat of reptiles, insects and birds. Mangrove trees grow along the tidal area. Sago trees grow behind the mangrove forest on the land. Fresh water stream usually flows through the sago forest. 

beachwalking in Wondama bay
Coastal Scenery of Wondama Bay as seen from Ramiki Beach

Because sago is the staple food of the indigenous people, we can often see local people in the sago forest cutting, and extracting  sago flour. 

ecotourism in wondama
Fresh water stream that flows through Sago forest in Ramiki  area

One of the places that have got Sago and Mangrove forests in Wondama Bay is Ramiki. Visitors can enjoy beach walking during the low tide to see the beautiful scenery and to watch birds that often walk on the beach or sit on the branches of the trees. Cruiser butterfly, Common Green Birdwing butterfly, Silky Owl Butterfly, and Blue Mountain Swallowtail are some of the butterflies that we can see in the mangrove and sago forest ecosystem. 

Also read: 

A Visit to Mangrove Forest in Wondama Bay

Wednesday, December 30, 2020

Butterfly Watching in Wondama

Wondama in West Papua province of Indonesia is a great destination for butterfly-watchers. This regency has got a lot of tropical flower vegetation in its town, along the forest edges and in the islands. The flowers attract various species of big and small butterflies.

butterflies in Wondama regency
Butterfly Watching in Wondama Regency

Some of the butterflies that I see in this regency include Ornithoptera priamus, Danaus affinis bonguensis, Taenaris catops, Euploea alchatoe, Tirumala hamata, Papilio ulysses, and a lot more. 

ecotour in Wondama bay
Tropical Vegetation in Wondama

Because of the wealth of its tropical vegetation, the observation of butterfly can be done every where in Wondama regency from flower plants in the streets of the town to flower garden in the regents office in Rasiei that is located at the foot of Wondiboy nature reserve and in the numerous tropical islands.

How to get there?

Visitors need to fly to Manokwari city first. Regular daily flights from Jakarta and other major cities in Indonesia to Manokwari are available every day. After that the trip to Wondama can be done by small turboprop airplane or by passenger ferry.

Wildlife Watching Gear

Visitors who are interested in watching butterfly need to bring at least a camera. A pair of binoculars will be useful to watch butterfly in distant trees of flowers. The same device can also be used to watch birds and other wild animals in the forest. 

Contact

For information about tour packages, itineraries and cost of traveling to Wondama Bay regency, please, use contact form on the right side of this website or send email to: wondamatourism@gmail.com

Monday, December 28, 2020

A Visit to Mangrove Forest in Wondama Bay

There are a lot of mangrove trees that grow along the coast of Wondama Bay. It becomes the natural habitat of a lot of animals from fish, seashells and crabs to birds, reptiles and insects. It is very easy to explore the mangrove forest. We can use a canoe and paddle it along the coast. We can also use motorized boat. The best times to explore the mangrove area are in the mornings and in the afternoons.
A visit to Mangrove and Sago forest of Wondama regency
A Visit to Mangrove Forest in Wondama Bay

The easiest place to reach from Wondama town is Ramiki. It is actually a place inside the town itself. Tourists can hire ojeks (motorcycle taxis) to bring them to Ramiki. There is a man named Echetus Sawaki who lives in Ramiki. He can guide visitors to see the mangrove ecosystem. As a matter of fact, Ramiki has got sago forest that is closer to the land compared to mangrove trees that mostly grow along the tidal area of the beach. 
So, visitors going to Ramiki can see both mangrove and sago ecosystems. The indigenous Papua people eat sago as their staple food. Sago is a tropical plant that looks like coconut. But the plant does not bear fruits as big as coconuts. Inside the sago tree, there is flour. When the sago tree is matured and ready to be harvested, the tree will be cut and its trunk will be cleaned. After that it will be split. The process of grating the pith to extract its flour can be seen there. The flour can be stored in the house for a long period of time especially in the refrigerator. The sago flour can be used to make pancake, and cookies. But most people eat it daily in the form of glue like papeda.
An excursion tour to other parts of Wondama Bay can also be organized from Ramiki. 
Contact
If you need us to organize your tour in Wondama regency, please, contact us by using form in the right side of this blog or send email to wondamatourism@gmail.com

CR-DPDHPIPB.